Selasa, 07 Juni 2016

My poetry

Kepingan cinta

Kemana lagi engkau..
Menghilang setelah kau tuliskan harapan cinta.
Menjauh disaat hati ini sudah mulai ada rindu..
Dan mendua disaat rasa ini mulai mengenal cemburu..
Kemana lagi engkau..
Diammu semakin membuatku sibuk dengan sangka dan tanya.

Singkirkan harapan itu...
Yang isinya kebohongan
Jauh dari telingaku...

Aku muak...
Aku Benci....!!!!
kamu,dia dan mereka......
Semua terlalu naif...
Terlalu bangga akan asumsinya..
Yang akan menjadi sebuah ilusi......

Semua hanya melihat...
dengan apa yang dilihat kedua bola matanya...
bukan hati...
bukan pikirannya...

Harapan dan mimpi tentang cinta...
hanya sebuah angan yang menjadi ilusi hati...
tak pernah ada....
dan tak  akan pernah menjadi nyata....

Kamu,dia dan mereka
telah dibutakan dengan apa yang terlihat....
yang akan menyakitimu....
yang akan menghancurkanmu.....
dan juga membuatmu terpuruk...


Namun semua terlalu munafik....
Untuk mengakuinya....
bahwa cintanya selalu bersyarat....

buatmu....
Hanya satu yang bisa menang...
yaitu materi dan paras....
bukan cinta tulus...bukan juga kasih sayang yang agung...

Pergi..
Kau pergi....
Pergilah....
Biarkan hancur...
Biarkan berantakan...
Aku tak tau....
Kinerja Otak kiriku melemah...
Denyut jantungku terasa berkurang satu detak,
dan air dikelenjar mataku tak bisa aku kontrol...
selalu memaksa keluar dan melewati pipiku,
Saat kumemikirkan kamu...
            
Dimatamu...
Diriku tak pernah menjadi penting...
Tak pernah menjadi berharga...
Tak pernah menjadi apa - apa....

Kau memang bodoh....
BUKAN....!!!!
Aku yang bodoh,
dan Kau sangat pintar....
Sangat pintar untuk membuatku terjatuh....
Ketahuilah....
beberapa kepingan hatiku...
mulai membisu....
karena hancur dan sangat berantakan...
dan berpikirlah...
meski itu hanya beberapa detik.

Mr.Zeds

Kamis, 20 Agustus 2015

Android anda terkunci dan lupa passwordnya?? Tenang,jangan khawatir!!!

3 Cara Membuka Android Yang Terkunci Pola/ password yang kita lupa
Alhamdulillah ane bisa ngeposting tulisan ane yg mungkin sudah tidak asing lagi bagi para pengguna android. Beberapa hari yg lalu ane ditelpon dari adik ane yg jauh di tengah pulau flores sana..owwwww,...kenapa coba?? Ehh ternyata cuma nanyain tutorial reset android yg terkunci.
Hal inipun pernah terjadi pada smartphone yang saya gunakan. Dimana ketika itu adek saya mencoba untuk membuka android tersebut dengan memasukkan pola yang salah, yang akhirnya terkunci secara permanen dengan petunjuk “Terlalu banyak percobaan pola!”. Yang akhirnya tablet tersebut tidak bisa digunakan dan hanya tampil pada halaman Homescreen untuk memasukkan akun Google yang digunakan pada tablet Samsung tersebut. Setelah saya coba memasukkan email dan kata sandi ternyata ada petunjuk lain yakni "Nama pengguna atau sandi tidak valid" padahal ketika itu alamat email dan sandi pun sudah dimasukkan secara benar.

Cara Membuka HP Android Yang Terkunci Password atau Lupa Pola

Untuk mengatasi masalah baik itu di hp maupun tablet Android yang terkunci karena salah memasukan password PIN atau kunci pola secara terus menerus bisa mencoba 3 langkah berikut.
Membuka Android yang terkunci karena salah memasukkan password atau pola.
Cara pertama ini bisa dilakukan dengan catatan saat ini Android anda terkoneksi ke internet. Baik itu dengan akses internet dari paket data internet kartu sim maupun koneksi dengan wi-fi.
Tap lupa atau forgot pattern/password.
Masukan nama pengguna atau username dan password.
Terakhir tap Sign in.

Cara membuka Android yang terblokir karena gagal dan tidak bisa Sign in.
Cara ini dilakukan bila anda tidak sedang mengaktifkan akses internet.
Lakukan panggilan telepon dengan menggunakan smartphone lain ke Android yang terkunci.
Jawab panggilan tersebut dan jangan menutupnya.
Tekan tombol home kemudian tap Setting lalu aktifkan paket data. Tujuannya agar nanti bisa mengakses internet dan bisa sign in dengan memasukkan email dan password untuk membuka kunci.
Andapun bisa langsung melakukan Disable terhadap kunci pola maupun password PIN dari Setting tersebut.

Cara membuka tablet Android yang terkunci dengan Factory Reset.
Jika kedua langkah dan cara diatas tidak berhasil, maka factory reset merupakan cara terakhir. Yang perlu anda ketahui adalah, ketika melakukan fitur ini maka semua data dan file yang ada didalam internal memory akan terhapus. Jika anda sudah mengaktifkan fitur backup sebelum Android tersebut terkunci, Anda tidak usah khawatir karena data anda tersimpan dengan aman. Tetapi hanya sekedar untuk berjaga-jaga, matikan lalu lepaskan memori eksternal (MicroSD) sebelum melakukannya. Dan perhatikan pada gambar diatas.
Pertama matikan tablet Android kemudian tekan tombol Power + Volume Up + Home secara bersamaan selama beberapa detik untuk masuk kedalam recovery mode.
Pada recovery mode pilih Wipe data/factory reset dengan cara menekan tombol volume up atau volume down.
Jika telah diarahkan ke Wipe data/factory reset, tekan tombol Home.
Terakhir arahkan ke Reboot lalu tekan tombol Home, maka tablet atau samrtphone anda akan kembali terbuka.

Dari ketiga cara diatas untuk membuka Android yang terkunci pola dan password PIN yang akhirnya terblokir, biasanya cara ke 3 yang sering digunakan dan selalu berhasil terhadap semua merk seperti Samsung Galaxy, Advan, Asus Zenfone, LG, Sony Xperia, Lenovo, Oppo, maupun yang lainnya. Namun dengan melakukan cara tersebut maka tampilan Tablet Android anda akan kembali ke pengaturan awal.

Menko Kemaritiman vs Wapres

Waaaahhh sedih bangat!!! Sebelumnya senang bangat atas reshuffle yg dilakukan bp. presiden Jokowi beberapa hari yang lalu.ehhh ternyata pasca reshuffle malahan muncul masalah baru. Indonesiaku...indonesiaku.Kita sudah lama merdeka, masih ada aja sikap kolonial semacam itu.ironisnya lagi contoh jelek semacam itu malah dipublikasikan di beberapa media. Apa nggak takut tuh ditiru generasi penerus bangsa kelak. benar juga ya, ternyata reshuffle bukan obat. #jeritanhati#

Minggu, 29 Juni 2014

Contoh Pembukaan dalam Pidato

Assalamu'alaikum wr..wb..
Dalam berbicara atau spesifiknya ketika orang ingin berkultum, terkadang sering mendapatkan kesusahan dalam pembukaan/ Mukaddimahnya..
           Kali ini saya ingin berbagi dg teman- teman berupa" Opening of  islamic Speech" Mudah-mudahan bermanfaat...
1. 
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ ،َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.، أَمَّا 

 بَعْدُ؛
 Sungguh segala puji hanya milik Allah, Allah yang kita puji, kepada Allah kita memohon pertolongan, kepada-Nya kita memohon ampunan, kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kita dan dari keburukan amal perbuatan kita. Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tak seorangpun dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang Allah sesatkan maka tak seorangpun mampu memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. …. Amma ba’d "
2.
الْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ، لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ.  وَكَفَى بِاللهِ شَهِيْدًا، . أَشْهَدُ ... وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا... اَللَّهُمَّ صَلِّ ..، وَبَعْدُ:

  "Segala puji hanya milik Allah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan hidayah dan Agama yang Haq, untuk memenangkannya atas semua agama lainnya, dan cukuplah Allah sebagai saksi, Aku bersaksi … dan aku bersaksi bahwa … Wa ba’d"
3.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، فَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى عَنْهُ وَحَذَّرَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ اَلْوَاحِدُ الْقَهَّاُر، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ اْلأَبْرَارِ. فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلاَمُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْبَعْثِ وَالنُّشُوْرِ. أَمَّا بَعْدُ؛


  "Segala puji hanya milik Allah dengan pujian yang banyak sebagaimana Allah perintahkan, maka berhentilah dari segala yang Allah larang dan yang Allah peringatkan. Aku bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah Yang Esa dan Perkasa, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah yang menjadi pemimpin bagi semua manusia, shalawat dan salam Allah atas beliau, atas keluarga, shahabat dan orang-orang yang setia mengikuti petunjuknya sampai hari kebangkitan dan hari kembali."

Dilanjutkan:
4.
فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهَديِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحَدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلةٌ، وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.


"Sesungguhnya sebenar-benar pembicaraan adalah Kalam Allah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shollallâhu ‘alahi wa ‘alâ âlihi wa sallam. Dan sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan, setiap yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah itu adalah sesat dan setiap kesesatan adalah di neraka."

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ. أَمَّا بَعْدُ


اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاُه نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.


اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ نَوَّرَ قُلُوْبَ الْمُؤْمِنِيْنَ بِالْمَعْرِفَةِ فَاطْمَأَنَّتْ قُلُوْبُهُمْ بِالتَّوْحِيْدِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي اْلأَرْضِ وَهُوَ الرَّقِيْبُ الْمَجِيْدُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ أَنَارَ الْوُجُوْدَ بِنُوْرِ دِيْنِهِ وَشَرِيْعَتِهِ إِلَى يَوْمِ الْوَعِيْدِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ إِلَى يَوْمِ الْمَوْعُوْدِ. . أَمَّا بَعْدُ


اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ، اَلنَّبِيِّ اْلأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Jumat, 15 Juni 2012

TUGAS STUDI ISLAM ( STIKES AISYAH SURAKARTA )

TUGAS MENTORING STUDI ISLAM PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ‘AISYIYAH SURAKARTA

 PETUNJUK UMUM

 1.Bacalah “BASMALAH” sebelum mengerjakan soal !
 2.Tulislah Nama dan Nomor induk pada jawaban anda !
 3.Kirimkan jawaban anda ke alamat email berikut(Amirdelaz@gmail.com) !
 SOAL 
 1.Apa yang anda ketahui tentang wudhu dan bagaimana tatacara wudhu yang benar ?
 2.Apa yang anda ketahui tentang tayamum dan bagaimana tata cara tayamum yang benar ?  3.Sebutkan tata cara memandikan jenazah !
 4.Sebutkan tata cara mengkafani jenazah !
5.Sebutkan tata cara shalat fardhu !

 SELAMAT MENGERJAKAN

Kamis, 01 Maret 2012

Seharian penuh para guru SDIT Mardhatillah mengikuti Workshop bersama Prof. Dr.Ahmad Akhyar, M.pd

Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang telah melimpahkan nikmat, rahmat dan hidayahnya sehingga dengan penuh hikmat para guru SDIT Mardhatillah beserta Karyawannya dapat mengikuti workshop akbar bersama Prof. Dr.Ahmad Akhyar, M.pd. Workshop ini diadakan tidak lain untuk menambah wawasan para guru pada umumnya, dan untuk persiapan Akreditasi SDIT Mardhatillah pada khususnya.Kegiatan ini diadakan pada hari sabtu 25/2 2012. Selain dihadiri oleh pembicara ternama, workshop akbar ini juga dihadiri beberapa pengawas sekolah dari UPTD kecamatan polokarto. Sehubungan dengan masalah Akreditasi sekolah yang cukup rumit, maka Ibu kepala sekolah SDIT Mardhatillah memiliki rencana khusus dalam hal penyelenggaraan workshop tersebut." Guru-guru saya harus bisa menyelesaikan administrasi pembelajaran seperti pembuatan RPP dengan benar, dll" Tegas ibu kepala sekolah sekaligus ketua yayasan pengembangan sumber daya wanita dan anak yatim tersebut. Insyaallah kegiatan-kegiatan penting semacam itu akan selalu kami adakan di sekolah ini.

Bu, Suaramu adalah Cinta

Hanya ingin..kunyanyikan
senandung dari hatiku untuk Mama
Hanya sebuah lagu sederhana
Lagu cintaku, untuk Mama
Lagu anak-anak, kenny
Kemarin, bertemu ibu lagi. Duh senangnya bisa memandang wajah syahdu itu. Alangkah bahagia tak terkira menuntaskan kerinduan menikmati binar matanya. Ia merengkuh saya, hangat dan erat. Salam yang saya sampaikan ketika membuka pintu, tak berjawab. Ibu hanya mengangguk dengan senyuman mengembang karena senang.
“Ibu, apa kabar???” kalimat pertama yang selalu saya singgahkan kepadanya setiap kali pulang. Ibu tak juga bersuara, ia malah sibuk meneliti tas saya, adakah bacaan yang saya bawa untuknya. Majalah tarbawi baru, segera saja beralih ke tangannya. Sejenak ia ke mushola, mengambil kacamata dari atas Al-qur’an yang tengah terbuka. Ia kembali ke samping saya dan kemudian tenggelam dalam samudera aksara. Setengah termenung, saya memandangnya. Dih Ibu, emang enak dicuekin.
Saya faham, mengapa Ibu menjadi pendiam dan tak banyak bersuara. Rupanya batuk yang diderita selama beberapa hari ini, merampas suaranya untuk bertutur. Saya sampai tak tega mendengar parau tak terdengarnya ketika ia meminta saya menjadi imam shalat maghrib dan isya. Seraknya yang parah terdengar seperti desis aneh, mungkin Ibu juga tak suka mendengarnya. Makanya ia memilih memberi kode menangkupkan kedua tangan dan menempelkannya di pipi kiri sebagai isyarat hendak menjumpai peraduan.
Akhirnya dua hari bersamanya, saya tak dapat mengobrol dengannya, kecuali satu arah. Ibu sungguh-sungguh diam.
Selalu ada yang berubah ketika pulang dan menjumpainya. Ibu tak sebugar dulu, tentu saja karena ia dilahap renta usia. Tangannya sekarang gemetar untuk saat-saat tertentu. Tubuhnya kian kerontang karena nafsu makan yang seringkali menurun. Lingkaran-lingkaran putih itu terlihat jelas di manik kedua matanya yang katanya sulit terpejam ketika malam menjelang. Belum lagi kerut merut yang mengukir wajah ayunya. Jika berjalan, langkahnya tak seperkasa dulu, hingga saya harus berlari-lari mensejajarinya. Dan sekarang, saya mendapatinya tanpa suara. Rabbi.. Engkau sebaik-baik pemberi kesehatan.
Suara Ibu bagus. Ia bercerita, ketika saya sudah mampu berbicara, ia paling suka mengajari saya menyanyi. Ia mengajak saya bergembira dengan menyanyi. Ia menyemangati saya juga lewat alunan suara merdunya. Waktu duduk di bangku SD kelas satu, saya terkena liver hingga sebulan tidak masuk kelas, rapor saya jeblok. Di teras depan rumah, ketika melihat saya bersedih, suaranya begitu dekat di telinga. Ia merengkuh saya dan bernyanyi:
Jangan putus asa
Itulah semboyan kita
Maju terus maju
Jangan goncang atau bimbang
Kukuhkan hatimu, capailah niatmu
Kerahkan semua tenaga
Jangan goncang atau bimbang
Saya tidak akan pernah lupa senandung-senandung itu, berharap bisa meneruskannya untuk anak-anak saya kelak. Ada lagu yang paling saya suka :
Jika aku sudah besar nanti
Ku pergi dengan ibu
Ibu boleh pilih sendiri, kemana yang dituju
Jika Ibu pilih Jogya, Bandung dan Semarang
Aku yang beli karcisnya
Karcis kapal terbang
Tak sengaja pada waktu berkumpul setelah lebaran idul fitri kemarin, saya mengajak teteh-teteh dan Ibu ‘konser’ bersama. Hampir bersepuluh kami menyanyi, mendendangkan sebuah lagu yang menjadi favorit kami sewaktu masih kecil dulu. Denting dawai gitar yang saya petik menambah kesan ‘indah’ itu :
Di matamu mama ada bintang
Gemerlapan bila ku pandang
Di matamu mama ada kasih sayang
Yang selalu bersinar tak pernah pudar
Di matamu mama ada kasih sayang
Yang selalu bersinar terang
Entah mengapa, Ibu tak ikut menyanyi. Ia malah sibuk memperhatikan kami satu persatu dan berkata hampir tak terdengar “Ehm, jangan bikin Ibu sedih atuh”.
Ah Ibu, rindu kudengar senandung cinta itu lagi. Suaramu adalah cinta, karena setiap tuturmu selalu saja bermakna. Seingat saya, ia tidak pernah marah dengan kata-kata yang kasar terhadap anak-anaknya, sejengkel apapun perasaanya. Suaranya paling terdengar tajam. Suatu saat Ibu memperingatkan kakak saya yang telah memarahi anaknya tanpa ampun. “Geulis, kata-kata seorang ibu adalah bertuah, berhati-hatilah. Ucapan seorang ibu adalah doa, jadi ucapkanlah yang baik-baik”.
Ah, Ibu, sungguh tidak nyaman ketika suaramu tak terdengar memenuhi udara, meski sosokmu begitu dekat. Bu, saya tak bisa menikmati dengan sempurna keindahan kebersamaan kemarin, meski tak berkurang eratnya rengkuhanmu, meski engkau masih melabuhkan tanganmu untuk membangunkan diri yang ditelan lelap. Sungguh, saya merasa sendiri kemarin meski kehadiranmu nyata, karena mungkin sapamu terbatas, kata-kata bijak itu tak lagi ada dan kau tak lagi bercerita tentang apapun.
Ah, bu, setelah sembuh, saya pasti mendengar lagi suara itu, sapamu, tuturmu, kata-kata bijakmu bahkan mungkin senandung cinta ketika kita ‘konser’ bersama.
Ah, bu segalanya tentangmu adalah cinta, meski itu hanya suara.
Dan saya tak bisa membayangkan, jika suara mu menghilang untuk seterusnya, karena sebuah takdir yang pasti kedatangannya.
Allahu Rabbii, anugerahkan untuk ummi kesehatan yang barakah.
Pondok Pelangi, menjelang dini hari.